Mengenal elemen Meta Description HTML

Elemen Meta adalah bagian dari HTML/XHTML berupa tag meta yang diletakkan di bagian head. Elemen meta digunakan untuk menyimpan informasi misalnya megenai deskripsi sebuah halaman, keyword, atau menyimpan property dari metadata. Kalau elemen Meta merupakan tag HTML, menurut Wikipedia, metadata “is data about data”, data yang digunakan untuk menerangkan data, data yang disisipkan untuk kemudian diterjemahkan oleh software menjadi informasi yang bisa dibaca oleh manusia. Jadi informasi meta lebih ditujukan untuk dibaca oleh mesin.

Elemen Meta ditulis dengan tag sebagai berikut:

1
2
3
4
<meta name="" content="" />
<meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=UTF-8" />
<meta name="google-site-verification" content="xxxxyysysy" />
<meta name="description" content="ini deskripsi atau ringkasan dari sebuah berita" />

Ada lima atribut elemen Meta pada dokumen HTML 5/XHTML, yaitu: content, http-equiv, name, charset and scheme. Pada tulisan ini, saya akan membahas mengenai meta name=”description”. Meta descrption sangat populer karena merupakan meta asli dari dokumen HTML. Bagi pengguna WordPress kalau menginstal plugin All in one SEO Pack, maka otomatis akan dibuatkan meta description pada halaman, halaman (page) dan halaman single. Meta description bisa dibuatkan sendiri, kalau tidak plugin akan mengambil paragrap pertama.

Apa fungsi tag Meta Description pada dokumen HTML? Tag ini berfungsi sebagai ringkasan yang mewakili tulisan. Kalau menggunakan plugin, kita bisa memilih paragraf mana yang cocok sebagai isi meta description, kalau tidak ditentukan, maka akan diambil paragraf pertama (sebagai excerpt) untuk isi meta description.

Isi dari meta description ini yang akan muncul dalam halaman pencarian dari mesin pencari, misal: Google, Yahoo, dan Bing. Juga akan muncul kalau kita sharing tulisan di media sosial seperti: Facebook, Linkedin, Google Plus, atau Twitter.

Facebook membuat standar meta tag sendiri menggunakan Open Graph Protocol. Fungsinya sama, untuk memetakan informasi sebuah website/artikel web yang di-sharing di Facebook.

Meta tag untuk Facebook Opengraph Protocol

1
2
3
4
<meta property="og:title" content="Ini judul artikel" />
<meta property="og:type" content="article" />
<meta property="og:image" content="/images/foto-artikel.jpg" />
<meta property="og:description" content="ini deskripsi atau ringkasan dari sebuah berita" />

Meta tag untuk Facebook Opengraph Protocol diperlukan agar hasil rendering ketika sebuah artikel di “like”, “share” di Facebook bisa menghasilkan tampilan yang bagus. Muncul judul artikel, deskripsi singkat, dan gambar tiap artikel. Tanpa tag ini Facebook bisa mem-parse isi tulisan, tapi sering tidak tepat, misalnya gambar yang diambil bukan dari artikel bersangkutan, atau bahkan tidak terender dengan baik, hanya keluar link, tanpa ada judul dan deskripsi artikel.

Bagaimana bila suatu halaman website tidak ada meta description, apakah tidak akan ter-index oleh Google? Tetap akan terindex, tapi bisa saja salah mengambil deskripsi artikel, bahkan ringkasan bisa berisi informasi yang tidak jelas. Misalnya, halaman mengenai “Tutorial Komputer”, tapi deskripsi isinya link-link navigasi.

Kalau meta description ada isinya, maka itu yang akan dibaca oleh mesin pencari dan ditampilkan di halaman pencarian mereka. Karena mewakili informasi halaman, maka tiap halaman seharusnya mempunyai meta description sendiri.



One Response to “Mengenal elemen Meta Description HTML”

  1. [...] pencari membaca meta tag yang ada pada halaman web. Pastikan setiap halaman fasilitas meta title, meta description ada. Untuk formatnya, Tiga mesin pencari: Google, Yahoo, dan Bing merekomendasikan Microdata + [...]

Leave a Comment

©Copyleft 2007 - 2017 by paradesain.net :: Jasa Pembuatan Website. All Rights Reserved.
home / hubungi kami / rss / sitemap / valid xhtml / credit

Semua artikel dan dokumen PDF yang ditulis Paradesain.Net dan ditampilkan di website ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.